Laporan Pertandingan Rakuten Cup: Barcelona Vs Chelsea

Laga pembuka piala Rakuten diselenggarakan di stadion Piala Dunia 2002 yang lalu, Stadium Saitama di Jepang. Laga yang ditayangkan pada pukul 17.30 WIB pada 23 Juli kemarin, mempertemukan dua raksasa sepak bola dari Spanyol, Barcelona dan klub Inggris, Chelsea.

Pertandingan ini adalah yang pertama sejak istirahat panjang tim utama Barca dari musim lalu. Dalam pertandingan tersebut tampak para pemain bergairah untuk memainkan bola di 20 menit pertama pertandingan. Namun ketajaman mereka memang belum terasah jika dibandingkan dengan tim Chelsea yang sudah memainkan pertandingan keempat mereka di pra musim kali ini.

Chelsea berhasil memasukkan gol pertama pertandingan setelah melewati kiper pada menit ke 34 lewat umpan dari Jorginho. Skor 0-1 bertahan sampai turun minum.

Demi menjaga kebugaran keseluruhan tim di pertandingan pra musim pertama mereka, Barcelona mengganti seluruh pemain mereka di jeda istirahat. Hal ini berbeda jika dibandingkan dengan Chelsea yang mengganti sedikit demi sedikit pemain mereka di sepanjang babak kedua.

Kedua tim banyak membuat kesalahan-kesalahan kecil yang lumrah dilihat dari pertandingan pra musim. Tidak ada kesempatan mencetak gol yang berarti dari kedua tim. Sampai, di 10 menit terakhir Ross Barkley menggandakan keunggulan Chelsea lewat tendangan melengkung dari pinggir kotak penalti.

Ernesto Valverde yang tidak ingin kehilangan muka menyemangati timnya untuk lebih agresif lagi dalam menyerang. Sampai pada injury time, Ivan Rakitic mencetak gol lewat tendangan jarak jauh khas nya, namun gol ini tetap tidak mampu mengalahkan peforma Chelsea sore itu secara keseluruhan.

Barcelona

Antoine Griezmann dan Frenkie de Jong merupakan dua debutan bagi Barcelona. Walaupun tidak berhasil mencetak gol, peforma secara keseluruhan cukup baik. Terlebih jika dibandingkan dengan pemain Barcelona lainnya yang dapat dimaklumi karena pertandingan pertama sejak jeda dari musim lalu.

Griezmann tampak cukup baik saat bekerja sama dengan pemain depan, sedangkan De Jong mampu menyuplai bola dengan lancar di tengah lapangan. Performa keduanya bisa menjadi awalan yang baik untuk pertandingan mereka selanjutnya di sepanjang musim ini.

Chelsea

Sejak dua pertandingan sebelumnya melawan Bohemian dengan skor 1-1 dan St. Patrick 4-0, Frank Lampard belum menemui lawan yang bisa dijadikan patokan kemampuannya dalam melatih tim sekaliber Chelsea.

Sampai Barcelona hadir dan Chelsea mampu menjawab tantangan tersebut dengan kemenangan yang bisa memberikan kepercayaan diri tinggi atas kapabilitas Lampard sebagai seorang pelatih. Walaupun Barcelona tidak dibela dua pemain utama mereka di pertandingan tersebut, Luis Suarez dan Lionel Messi.

Dengan hasil ini, pastinya pendukung Chelsea berasa layaknya di atas angin, terutama dengan performa dari Christian Pulisic, Jorginho, Matteo Kovacic sampai Abraham yang mencetak gol pertama bagi Chelsea. Mereka semuanya diberikan tanggung jawab yang besar untuk membuktikan kapasitas masing-masing sebagai bagian utama tim dalam asuhan Frank Lampard.

Pujian juga harus dilontarkan pada manajemen pemain yang Lampard terapkan terutama untuk Pulisic dan Abraham, yang terbukti kesulitan saat diasuh Maurizio Sarri. Walaupun baru pra musim, performa mereka menjadi tanda baik bagi Chelsea yang dalam tiga minggu lagi akan mengawali musim baru Liga Premier melawan Manchester United.

Setelah pertandingan ini, Barcelona akan bertanding melawan legenda hidup tim Catalunya, Andres Iniesta yang akan membela Vissel Kobe. Laga ini akan dilangsungkan pada Sabtu sore tanggal 27 Juli yang akan datang di Camp Nou.