Kembalinya Murray Ke Papan Atas Tenis Putra

Mantan petenis nomor satu dunia Andy Murray yang kembali ke layar setelah menjalankan operasi panggul, percaya diri jika ia mampu untuk kembali mendapatkan takhta tertinggi olahraga tenis putra.

Tahun ini ia sudah berumur 32 tahun, namun semangatnya juga tidak surut. Sejak sembuh operasi pada Januari lalu, ia sudah mulai bermain tenis ganda putra, dan mengatakan bahwa ia masih kesulitan dengan rasa sakit yang sangat mengganggu. Hal ini diyakini bisa mengganggu karier tenisnya ke depan terutama pada saat menjalani turnamen Australia Open, Januari lalu.

“Saya tahu apa yang saya rasakan di Australia dan bagaimana rasa sakit tahun lalu saat bermain tunggal di sini, saya memang lebih baik sekarang dibandingkan saat itu,” kata Murray kepada media.

Namun ia yakin mampu untuk mencapai kondisi fisik yang cukup baik, ditambah keterampilan tenis yang masih prima, ia masih mampu mengimbangi lawan-lawan tenisnya terdahulu.

Saat ini jika kita lihat siapa saja yang berhasil masuk ke semifinal Wimbledon, nama-nama seperti Roger Federer, Rafael Nadal dan Novak Djokovic masih menghiasi daftar. Murray dengan percaya diri mengatakan bahwa ia siap untuk membentuk kembali ‘Big Four’di antara mereka berempat.

Usia emas Andy Murray

Berkembangnya teknologi kesehatan membuat kondisi atlet semakin prima dan mereka memiliki umur yang lebih panjang untuk bermain. Maka dari itu bukan tidak mungkin usia emas atlet untuk bergeser dari 22 sampai 29 tahun, menjadi 30 tahun ke atas.

“Banyak dari orang yang sama masih di sini,” tambah Murray sebelum pertandingan di Wimbledon 7 Juli lalu.

Ia masih percaya diri jika permainan tenis masih sama dengan saat sebelum ia cedera. Usia emas masih ada di depan Murray. Jika kita bandingkan saja, umurnya sama dengan Nadal, 32 tahun dan masih jauh jika dibandingkan dengan Federer, yang berusia 37 tahun.

Namun ia menantang orang-orang jika ingin menghentikannya untuk kembali bermain dengan memberikan argumen yang konkret, kenapa ia tidak lagi bisa kembali ke puncak tertinggi dalam olahraga tenis.

Masa pemulihan

Murray memenangkan gelar ganda bersama Feliciano Lopez semasa kembalinya dalam dunia kompetisi tenis akhir bulan lalu. Walaupun ia tidak berhasil menang saat berpartner bersama Serena Williams dalam turnamen Wimbledon.

Murray juga sempat mengatakan bahwa ia tidak berniat untuk segera kembali ke turnamen tenis tunggal putra dalam US Open di New York mulai dari 26 Agustus sampai 8 September seperti yang banyak diklaim pihak media. Ia lebih memilih untuk kembali pulih tanpa tekanan dari pihak mana pun.

Ia menambahkan pada hari Senin, 22 Juli 2019, bahwa ia sedang menikmati masa bermainnya kembali. Dan saat ini fokus untuk bermain bersama Serena Williams melawan Fabrice Martin dan Raquel Atawo yang diselenggarakan pada Selasa, 9 juli lalu, sebuah pertandingan yang berakhir dengan kemenangan bagi Murray dan Williams.

“Saya tidak peduli di lapangan mana kita bertanding,” imbuhnya. “Saya hanya senang bermain, bahkan di lapangan apa pun itu, 14 atau pun 18, tidak mengganggu saya sama sekali.”

Terkadang dalam permainan tenis ganda, jadwal mereka ada setelah pertandingan lainnya diselenggarakan, karena itu menurutnya ia sudah tidak lagi sabar menunggu untuk bermain tenis lagi.

Kita tunggu saja kapan ia bisa kembali lagi berkompetisi di pertandingan tenis tunggal putra seperti dahulu. Sehingga bisa kembali menyemarakkan kompetisi tenis dan merebut posisi pertama kembali dalam dunia tenis.