Hasil Pertandingan: Khabib vs Poirier

Pemegang gelar kelas ringan UFC atau Ultimate Fighting Championship, Khabib Nurmagomedov, akhirnya kembali ke oktagon untuk bertarung melawan penantangnya, Dustin Poirier pada Sabtu, 7 September 2019.

Setelah menyelesaikan masa suspensi selama 9 bulan atas kegaduhan usai pertandingan sebelumnya melawan Conor McGregor, sebenarnya banyak pihak yang masih meragukan kondisi fisik dan mental Khabib untuk kembali bertanding. Terlebih, Dustin Poirier berhasil menjatuhkan juara kelas bulu, Max Holloway pada 13 April kemarin.

Pertandingan UFC 242: Khabib vs Poirier ini dilangsungkan di Abu Dhabi, UAE mempertaruhkan gelar kelas ringan yang dipegang Khabib. Pertandingan tersebut berlangsung meriah dan cukup ketat, yang berakhir pada babak ketiga setelah Poirier menyerah dalam cekikan leher oleh Khabib setelah berhasil keluar dari guillotine yang diperagakan Poirier di babak yang sama.

Ronde 1

Ada perbedaan mendasar dari dua petarung ini, Khabib yang lebih condong bergulat, sedangkan Poirier pada teknik tinju. Langsung pada babak pertama, kita bisa melihat Khabib mengincar kaki Poirier dan melakukan take down di satu kaki dalam 90 detik pertama. Suara stadion pun bergemuruh mendukung agresivitas Khabib atas penantangnya.

Walaupun begitu, Poirier mampu bertahan dengan cukup apik atas dorongan yang dilakukan Nurmagomedov.

Menjelang akhir ronde 1, Khabib berhasil dengan cepat merangkul punggung Poirier dan berusaha untuk mendapatkan celah cekikan ke leher Dustin Poirier. Walaupun tangan Khabib sendiri belum berhasil secara utuh masuk ke leher, malah hanya sebatas dagu yang Poirier berhasil keluar dari usaha tersebut.

Ronde 2

Khabib memang terlihat sempat mengumpat ke arah Poirier setelah babak 1 usai. Dan ini mengisyaratkan kepercayaan diri berlebih yang bisa mengakibatkan kesalahan-kesalahan fatal yang berujung pada kekalahan. Walaupun sebenarnya percaya diri itu sangat penting agar petarung bisa mengeluarkan semua potensinya.

Dampaknya terlihat sejak ronde 2 dimulai, kedua petarung terus melakukan beberapa aksi tinju ke masing-masing wajah lawan dan beberapa tendangan ke kaki. Secara mengejutkan Poirier sempat mendaratkan tinju kanan ke muka Khabib dan semua penonton panik. Khabib terlihat linglung dan berusaha untuk tetap bertahan di kedua kakinya.

Tak berselang lama, Nurmagomedov mampu kembali sadar dan melakukan take down. Namun Poirier berusaha melawan. Apa daya, taktik Khabib sendiri yang cenderung untuk membuat lelah Poirier di babak pertama membuahkan hasil. Khabib mampu berada di atas tubuh Poirier dan melancarkan beberapa tinju dan sikut bersih ke muka Poirier.

Dalam 45 detik sebelum ronde 2 berakhir, Poirier mampu kembali berdiri. Namun terlihat luka besar di pelipis mukanya dan stamina yang habis terkuras selama melakukan aksi bertahan di sepanjang babak kedua.

Ronde 3

Dengan cepat setelah ronde ketiga dimulai, Khabib menjatuhkan Poirier ke lantai. Namun Poirier juga tidak kalah cepat dengan melakukan guillotine ke leher Khabib dengan cukup ketat.

Situasi tersebut bertahan cukup lama, apalagi Khabib terus berusaha keras untuk keluar dari cekikan tersebut. Baru pada usaha ketiga, Poirier harus merelakan cekikannya di leher Khabib lepas.

Di sinilah awal mula momen penentu pertandingan. Tangan kanan yang sudah letih disebabkan guillotine yang dilakukan Poirier mampu dimanfaatkan Khabib untuk berbalik menguasai tangan Poirier. Kemudian dilanjutkan dengan menguasai punggung Poirier dengan cepat. Tangan kanan Khabib pada akhirnya mendarat di dagu Poirier, walaupun Poirier berhasil bertahan di usaha yang pertama.

Dalam usaha yang kedua, Khabib melakukan pukulan-pukulan ke wajah Poirier untuk mengurangi pertahanan lehernya. Kemudian berhasil memasukkan tangan ke leher Poirier dengan sempurna. Poirier tidak memiliki pilihan lain selain menyerah.

Sebuah pertarungan yang luar biasa dari Nurmagomedov, yang berhasil untuk terus menang dengan rekor tidak terkalahkan 28-0 di olahraga Mixed Martial Arts (MMA). Dia tidak hanya berhasil mengalahkan juara divisi saat ini, namun juga mengalahkannya dengan telak.