Eden Hazard : Layakkah Disebut Legenda Chelsea?

Juli lalu Eden Hazard resmi pindah dari Chelsea ke Real Madrid dengan nilai transfer mencapai 88 juta Poundsterling. Setelah membela Chelsea selama tujuh musim terakhir, pantaskah ia masuk sebagai salah satu legenda Chelsea?

Banyak penggemar Chelsea yang tidak menolak keputusan Hazard untuk mencoba tantangan lain di klub berbeda. Biasanya, pemain yang sudah berjasa besar pada klub selama bertahun-tahun, dimaklumi kepindahannya ke klub dengan reputasi yang lebih tinggi.

Walaupun dalam kasus ini, bukan saat yang tepat bagi klub untuk kepindahannya karena sedang dirudung masalah larangan transfer. Namun mengingat umur Hazard yang menyentuh 28 tahun, kemungkinan besar ia tidak lagi mendapat tawaran serupa dari klub sekaliber Real Madrid.

Apalagi, ia tidak pindah ke rival domestik, sehingga banyak penggemar Chelsea dapat menerima keputusan tersebut. Isu transfer ini juga sudah berkembang cukup lama, dan performa MoM Hazard di final Liga Eropa melawan Arsenal, menegaskan hadiah terakhir yang dipersembahkannya kepada klub.

Selain itu, ada selisih transfer yang didapatkan Chelsea cukup besar. Di mana keuntungan klub mencapai 56 juta Poundsterling jika dikurangi biaya transfer dari LOSC Lille pada 2012 sebesar 32 juta Poundsterling.

Hazard bergabung dengan tim juara Liga Champions musim lalu dan diharapkan bermain bersama banyak pemain kelas dunia lainnya dan salah satunya mantan rekannya di Chelsea dan timnas Belgia, Thibaut Courtois.

Performa Hazard di Chelsea

Selama 7 musim membela Chelsea, performa yang ditunjukkan sebenarnya cukup naik turun, dan ini banyak dipengaruhi performa dari Chelsea sendiri. Namun sepanjang ia membela Chelsea, bagian kiri lapangan terlihat hidup dan memberikan variasi serangan yang berbeda kepada tim.

Maurizio Sarri sendiri menyebutnya sebagai seorang genius sepak bola, dan sedikit orang yang bisa membantah pernyataan tersebut. Dengan kelincahannya, banyak penonton yang menikmati kemampuannya melewati dua sampai tiga pemain sekaligus, menjadikan salah satu pemain paling enak ditonton di Liga Premier Inggris.

Sering kali, sebuah dribble mampu memberikan hiburan yang lebih dibandingkan sebuah gol. Ini alasan Ronaldinho diapresiasi demikian besar, dan Hazard sangat mengagumi hal ini. Ia beranggapan sebuah pertandingan sepak bola sebagai sebuah tontonan, dan para pemain sebagai aktor di dalamnya.

Hazard berhasil menyelesaikan 909 dribble semasa membela Chelsea, di Liga Premier Inggris. Nilai ini terbanyak di Liga, dan jika dibandingkan dengan posisi kedua, Wilfred Zaha hanya mampu menyelesaikan 621 dribble saja dalam kurun waktu yang sama.

Sebagai seorang pemain yang suka untuk berkreasi di lapangan, cukup aneh untuk melihat daftar pelatih selama ini yang memimpin tim. Semua dari mereka menerapkan taktik sepak bola yang pragmatis. Gelar pertamanya diraih bersama pelatih Rafa Benitez. Kemudian dilanjutkan dengan kepelatihan Jose Mourinho. Terakhir ada nama Antonio Conte, namun paling tidak selama di bawah Conte, Hazard tidak lagi dibebankan tugas bertahan dalam formasi 3-4-3 yang kaku.

Hazard sendiri mengaku sangat senang dilatih Sarri dan musim lalu adalah yang terbaik jika kita menghitung jumlah gol dan assist yang berhasil dipersembahkan pemain tim nasional Belgia tersebut. Dengan capaian ini, ia berhasil kembali memenangkan gelar pemain terbaik Chelsea. Secara total ia sudah menang sampai 4 kali, melebihi rekor dari Frank Lampard, legenda Chelsea lainnya. Jika dibandingkan lagi, Didier Drogba hanya berhasil menang gelar pemain terbaik Chelsea sebanyak satu kali. Sedangkan John Terry dan Gianfranco Zola sebanyak dua kali.

Hal ini menunjukkan bahwa ia sudah menjadi pemain paling penting di tim dalam paling tidak empat musim lamanya. Menggantikan Eden Hazard di Chelsea tidak akan mudah, namun di umurnya yang 28 tahun, adalah waktu yang tepat bagi pemain sepak bola untuk mencoba tantangan baru.

Apakah ia layak disebut legenda Chelsea? Berdasarkan statistik dan fakta yang dikemukakan sebelumnya, ia sangat layak dinobatkan setingkat dengan Drogba, Lampard, Zola, sampai Terry.