Conor McGregor vs Khabib : Perlukah Rematch?

Pertandingan antara Conor McGregor dan Khabib Nurmagomedov pada 6 Oktober tahun lalu menyisakan drama yang tidak kunjung usai. Banyak penggemar UFC masih ingin melihat rematch dari keduanya yang diprediksi mampu menghadirkan animo lebih besar dibandingkan pertandingan pertama.

Pertandingan ini pasti bisa menarik dari segi finansial. Akan ada banyak sponsor dan penonton dan pertandingan akan disiarkan di seluruh penjuru dunia.

Alasan rematch Conor McGregor

Larangan bertanding yang dikenakan pada Conor McGregor sudah selesai sejak Januari lalu. Namun euforia sebagai petarung yang kalah pasti akan sulit untuk mampu menggaet penonton seperti sebelumnya. Reputasi Conor diyakini banyak pihak sudah tergerus berkat kekalahan telaknya melawan Khabib.

Jalan satu-satunya bagi Conor adalah dengan menang atas Khabib jika ia ingin kembali berada di puncak tangga olahraga UFC kembali.

Ketua UFC sendiri memberikan dukungan atas usul pertandingan ulang antara Conor dan Khabib. Padahal Khabib sudah menyatakan kalau ia tidak ingin lagi melangsungkan pertandingan kedua antara Conor dan dirinya.

Karena itulah pihak Conor harus berpikir keras bagaimana cara membawa Khabib untuk ikut bertanding. Ada tawaran sebesar 15 juta dolar kepada tim Khabib jika ingin naik oktagon kembali di Conor vs Khabib jilid 2, namun tawaran tersebut ditolak mentah-mentah.

Penolakan dari kubu Khabib

Hal ini diperkuat dengan alasan denda 500 ribu dolar yang dibayarkan Khabib sebelumnya, ditambah 2 juta dolar dana yang ditahan pihak penyelenggara tahun lalu. Sulitnya masalah pembayaran ini menyangsikan keuntungan yang sebanding jika ia kembali bertarung dengan Conor lagi.

Selain itu juga ada banyak petarung UFC yang secara terbuka menolak ide rematch. Karena hasil pertarungan hampir pasti kembali menjadi milik Khabib, apalagi setelah pertandingan pertama yang terlalu timpang atas kemenangan Khabib.

Khabib berhasil menang atas Conor dalam pertandingan UFC 229 dengan kemenangan Submission (Neck Crank) pada ronde keempat, menit ke 3.03. Pertandingan di Las Vegas tersebut jelas didominasi oleh Khabib, sehingga banyak pihak yang tidak setuju.

Ada momen di saat Conor mampu tampil baik, yaitu di ronde ketiga. Namun sisa 3 ronde lainnya, ia tampak kewalahan dan jadi sasaran empuk tinju dari Khabib. Di pertandingan pertama tahun lalu, Khabib mampu menjatuhkan Conor berulang kali dan terus melukai wajahnya, terutama di ronde keempat.

Ada anggapan populer lain yang mengatakan kasus ini mirip saat Conor kalah melawan Diaz pada 5 Maret 2016. Saat itu ia juga kalah lewat Submission (Rear Naked Choke) pada ronde ke 2. Namun berhasil comeback pada 20 Agustus 2016 dengan mengalahkan Diaz lewat keunggulan poin.

Antrean lawan Khabib

Khabib sendiri dijadwalkan untuk melawan Dustin Poirier pada 7 September 2019 setelah selesai dari masa hukuman bertanding pada 6 Juli lalu. Pertandingan UFC 242 ini akan dilangsungkan di du Arena, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Jadi, Conor haruslah menunggu sekitar 5 bulan lagi jika menghitung waktu pertandingan tersebut selesai dan masa istirahat Khabib setelahnya.

Dari sumber kami, diyakini antara Conor McGregor ataupun Tony Ferguson, siap mengantre untuk melawan Khabib setelah ini. Untuk mendapatkan spot tersebut, Conor harus mampu membuktikan dirinya masih mampu berada di tingkat permainan terbaiknya terlebih dahulu. Dan dengan kurangnya ketertarikan pasar atas namanya jika dibandingkan tahun lalu, membuat pihak Conor enggan untuk mencari lawan baru.

Namun dengan euforia antara keduanya, dipastikan akan ada banyak penonton yang tertarik. Selain bisa menambah pundi-pundi uang bagi kedua pihak yang bertarung, nama UFC sendiri bisa ikut terangkat dan semakin populer di mata dunia olahraga.