Bintang Manchester City: Raheem Sterling Dan Potensinya Musim Ini

Raheem Sterling

Setelah mampu mengukir 17 gol liga musim lalu, Sterling mulai gas dengan raihan 3 gol pada pertandingan pembuka melawan West Ham Sabtu lalu (10/8/19). Tampaknya musim ini catatan gol nya bisa jauh lebih spektakuler bersama Manchester City.

Raheem Sterling berhasil mendapatkan beberapa gelar individu mulai dari Player of the Year dari Asosiasi Jurnalis Sepakbola, Young Player of the Year dari PFA, sampai masuk Team of the Year PFA. Sekaligus berhasil mengantarkan Manchester City memenangkan Liga Premier Inggris untuk kedua kali secara beruntun dalam musim treble winners (Juara Piala FA dan Piala Liga).

Di tim internasional pun, Sterling mampu menjadi pemain kunci dari tim asuhan Gareth Southgate dalam beberapa tahun terakhir. Apalagi mengingat dalam usia yang masih 24 tahun, ia sudah berhasil mengoleksi 51 caps bersama tim senior Inggris dan mengoleksi 8 gol.

Catatan gol Sterling

Berhasil mencetak 25 gol musim lalu di semua kompetisi, potensi untuk menambah pundi-pundi gol kian besar setelah mencetak hattrick pada pertandingan pekan lalu.

Ian Wright, mantan striker Arsenal, memprediksi Sterling mampu mencetak gol 35-40 pada musim ini dengan begitu banyaknya peluang yang dibuat pemain tengah Manchester City musim ini. Apalagi melihat kemampuan finishing dari Sterling sendiri yang kian efektif, berbanding jauh saat ia dimainkan bersama Liverpool di debut melawan Wigan saat ia masih berumur 17 tahun 107 hari.

Efek asuhan Guardiola

Saat pindah dari Liverpool ke Man City, ia dihargai £49 juta. Peristiwa ini pernah menjadi beban baginya apalagi mengingat usia saat itu baru menginjak 20 tahun. Sejak saat itu, performa yang ditunjukkan sama sekali tidak sesuai dengan ekspektasi banyak pihak mengingat nilai transfer tersebut mencetak rekor transfer bagi pemain berkebangsaan Inggris.

Hal berbeda ditunjukkan di musim perdana Guardiola datang ke Stadion Etihad. Raheem Sterling berhasil menjadi pemain utama dan pada musim kedua Guardiola melatihnya, Sterling berhasil mencetak 23 gol di semua kompetisi.

Bersama Guardiola, ia bermain jauh lebih ke depan dalam susunan formasi 4-3-3, di mana membuat Sterling lebih banyak berhadapan langsung dengan kiper lawan. Fakta ini berbeda jika kita bandingkan saat Manchester City diasuh banyak pelatih sebelumnya yang lebih bermain kaku dan sangat bergantung pada kemampuan individu dalam memecah kebuntuan.

Dua formasi Roberto Mancini baik 3-5-2 dan 4-4-2 ataupun Manuel Pellegrini 4-2-3-1 masih terlalu kaku jika dibandingkan dengan total football yang diperagakan anak asuh Guardiola saat ini. Apalagi mengingat kebutuhan menang Man City yang tinggi, prinsip ini sangat cocok diterapkan di klub yang menginginkan daya gempur besar dan penguasaan bola yang tinggi. Persentase kemenangan Guardiola saat ini mencapai 73,3%, jauh di atas Mancini 59,16% ataupun Pellegrini 59,88%.

Tiga nama pemain inspirasi

Setelah mampu mencetak 4 gol dalam pra musim ini, ia berkelakar akan latihan finishing yang dilakukan bersama tiga pemain lain selama latihan.

Dalam wawancaranya, ia menyebutkan bahwa latihan bersama pemain besar seperti Gabriel Jesus, Sergio Aguero maupun Riyad Mahrez, menambah suasana kompetitif saat latihan setiap hari. Ini adalah salah satu kunci bagaimana ia bisa berkembang secara konsisten dalam mencetak gol bagi Manchester City.

Ekspektasi dari banyak pihak mulai bermunculan untuk melihat Raheem Sterling mencetak 30 gol atau lebih di setiap musimnya. Apalagi di usianya yang masih muda, selalu ada ruang untuk berkembang bersama pemain bintang lainnya di Manchester City musim ini.